Senin, 10 April 2023

RANGKUMAN MATERI IPA BIOLOGI KELAS 11

 RANGKUMAN MATERI IPA BIOLOGI KELAS 11 SEMESTER 1

BAB 6

Sistem Pencernaan pada Manusia dan Hewan


A. Sistem Pencernaan Manusia

Sistem pencernaan mempunyai fungsi utama menyediakan bahan makanan yang telah dicerna untuk diedarkan ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Sisitem pencernaan dapat dibedakan menadi dua macam, yaitu secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan secara mekanikterjadi di mulut, denngan mnggunakan gigi untuk menghancurkan makanan. Sedangkan, pencernaan secara kimiawi terjaadi di mulut dan usus dengan menggunakan enzim.

    1. Alat-alat Pencernaan

a. Mulut

Mulut merupakan alat pencernaan pertama yang dilalui makanan. Didalam mulut, makanan mengalami pencernaan mekanik dan kimiawi. Didalam mulut, terdapat gigi, lidah, dan kelenjar lidah yang membantu pencernaan didalam mulut.

  • Gigi
Gigi adalah alat bantu pencernaanyang berfungsi mengunyah makanan. Gigi memiliki struktur tertentu 

Berdasarkan fungsinya, gigi dibagi menjadi tiga macam, yaitu: 1) Gigi seri (inisisivus), berfungsi untuk memotong makanan. Memiliki bentuk seperti pahat. 2) Gigi taring (kaninus), berfungsi untuk menggoyak makanan. Mempunyai bentuk agak panjang. 3) Gigi geraham (molar dan premolar), berfungsi untukmengunyah, menggiling, dan mengjhaluskan makanan.

Susunan gigi pada masa bayi adalah gigi sulung (gigi susu). Gigi susu mulai tumbuh saat anak berumur 6-8 bulan. Gigi anak akan lengkap menjadi 20 buah saat berumur 2,5 tahun. Sedangkan susunan gigi masa dewasa adalah gigi permanen (gigi tetap). Gigi permanen mulai tumbuh pada umur 6-8 tahun. Jumlah gigi permanen yang lengkap adalah 32 buah.

  • Lidah
Lidah tersusun atas otot lurik yang kasar dan dilapisi selaput mukosa. Lidah berfungsi untuk membolak balik dan mencampur makanan, serta membantu proses penelanan makanan. Selain itu, lidah berperan unutk menentukan rasa makanan, karena dipermukaan lidah terdapat papila-papila pengecap. Pada pangkal lidah bagian belakang terdapat epiglotis yang mempunyai fungsi menutup jalan pernafasan saat menelan makanan.

  • Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah meupakan kelenjar yang ada dirongga mulut. Mempunyai fungsi untuk memproduksi larutan mukus kedalam mulut yang disebut ludah atau air liur ataub saliva. Secara normal, air liue diproduksi sebanyak 1 - 1,5 liter setiap hari. Air liur memiliki dua fungsi, yaitu secara mekanik dan kemis. Secara mekanis, aiur liur berfungsi membasahi, melumasi makanan menjadi lunak dan berbentuk pasta sehingga mudah dotelan. Sedangkan secara kemis, air liur berfungsi melarutkan makanan yang kering sehingga bisa dirasakan, menjaga pH mulut, membunuh bakteri dan mencegah agar mulut tidak kering.

Kelenjar ludah dalam mulut ada tiga yaitu: 1) kelenjar submandibulis, terdapat dibawah rahang bagian tengah. 2) Kelenjar sublingualis, terdapat dibawah dasar rongga mulut. 3) Kelenjar parotis, terletak dibawah bagian depan telinga.

b. Kerongkongan

Kerongkongan disebut juga esafagus merupakan saluran pencernaan setelah mulut, memiliki panjang kurang lebih 25 cm. Posis esafagus vertikal dari bagian tengah leher bawah faring sampai ujung bawah rongga dada belakang trakea. Faring dalah penghubung antara esofagus dan rongga mulut. Fungsi esofagus hanya menyalurkan makanan dari rongga mulut kelambung.

c. Lambung

Lambung merupakan suatu organ yang  berupa kantong berotot yang terletak disebelah kiri atas rongga perut dibawah diafragma. Bagain-bagian dari lambung adalah kardiak, mfundus dan filorus. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah

Pencernaan makanan didalam lambung terjadi secara mekanis dan kimiawi.

  • Secara mekanis
Bolus yang masuk kelambung akan dihancurkan dan dihaluskan oleh gerakan peristaltik. Makanan yang telah menjadi bentuk lebih halus disebut chime (kim).

  • Secara Kimiawi
Makanan juga dicerna oleh getah lambung yang terdiri atas Pepsin, Renin, Lipase, dan HCL (asam lambung).

d. Usus halus (intestinum)

Usus halus adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu duodenum, jejenum, dan ileum.

Fungsi utama usus halus adalah mencerna makanan yang telah dicerna oleh lambung dan memecahnya menjadi partikel-partikel yang lebih kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh. Usus halus juga menyerap nutrisi yang telah tercerna, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta vitamin dan mineral, dan mengalirkannya ke dalam darah.

Usus halus memiliki permukaan yang dilipat-lipat dan terdapat tonjolan-tonjolan kecil seperti jari-jari, yang disebut vili dan mikrovili, yang berfungsi untuk memperluas permukaan penyerapan nutrisi. Selain itu, usus halus juga dilengkapi dengan kelenjar pencernaan, seperti kelenjar usus dan pankreas, yang membantu memecah makanan dan menyerap nutrisi.

Usus halus juga memiliki gerakan peristaltik, yaitu gerakan otot yang memindahkan makanan dari satu ujung ke ujung lainnya. Hal ini memungkinkan pencernaan dan penyerapan nutrisi yang lebih efektif. Dalam usus halus juga terdapat mikroorganisme yang membantu dalam pencernaan dan sintesis vitamin B dan K.

Karena peran pentingnya dalam pencernaan dan penyerapan nutrisi, kesehatan usus halus sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gangguan atau penyakit pada usus halus, seperti penyakit celiac, sindrom iritasi usus, atau infeksi usus, dapat mengganggu fungsi pencernaan dan penyerapan nutrisi, sehingga dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. 

e. Usus besar (kolon)

Usus besar adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak setelah usus halus dan sebelum anus. Ukuran usus besar lebih besar dan lebar dari pada usus halus. Usus besar terdiri dari beberapa bagian, yaitu kolon, rektum, dan anus.

Fungsi utama usus besar adalah menyerap air dan elektrolit dari sisa-sisa makanan yang telah dicerna oleh usus halus. Air dan elektrolit yang diserap ini akan dikembalikan ke dalam darah dan digunakan oleh tubuh untuk berbagai proses, sementara sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna akan dikumpulkan di dalam usus besar sebagai feses.

Selain itu, usus besar juga berperan dalam proses pembentukan feses yang sehat dan normal. Feses yang sehat harus memiliki konsistensi dan warna yang tepat serta tidak mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh. Usus besar juga memiliki mikroorganisme yang membantu dalam proses pencernaan dan produksi vitamin K.

Pada usus besar, terdapat gerakan peristaltik yang lebih lambat dari pada usus halus, yang memindahkan feses dari kolon ke rektum dan akhirnya dikeluarkan melalui anus. Feses akan terkumpul di ampulla rektum sebelum dikeluarkan melalui proses defekasi.

Gangguan atau penyakit pada usus besar dapat mengganggu fungsinya, seperti kolitis ulserativa, penyakit Crohn, sindrom iritasi usus besar, dan kanker kolorektal. Oleh karena itu, menjaga kesehatan usus besar dengan mengonsumsi makanan sehat, cukup serat, dan minum air yang cukup, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur, sangat penting untuk mencegah gangguan atau penyakit pada usus besar.

f. Anus

Anus merupakan muara akhir dari siste pencernaan. Anus mempunyai dua otot, yaitu otot sadar dan otot tak sadar. Otot sadar terdapat dibagain eksternal dan otot tak sadar terdapat dibagain internal.

    2. Kelenjar Pencernaan



Kelenjar pencernaan adalah kelenjar-kelenjar yang terdapat di sepanjang saluran pencernaan yang berfungsi untuk memproduksi enzim dan zat-zat kimia lainnya yang membantu dalam proses pencernaan. Kelenjar-kelenjar ini terdiri dari kelenjar ludah, kelenjar lambung, pankreas, dan hati.

  1. Kelenjar ludah Kelenjar ludah terletak di sekitar mulut dan terdiri dari tiga jenis, yaitu kelenjar parotis, kelenjar submandibula, dan kelenjar sublingual. Kelenjar ludah memproduksi air ludah yang mengandung enzim amilase yang membantu memecah karbohidrat dan membantu melumasi makanan untuk mempermudah pengunyahan dan menelan.

  2. Kelenjar lambung Kelenjar lambung terletak di dinding lambung dan memproduksi asam lambung, enzim pepsinogen yang akan diubah menjadi pepsin oleh asam lambung, dan faktor intrinsik yang membantu penyerapan vitamin B12.

  3. Pankreas Pankreas terletak di belakang perut dan memproduksi enzim-enzim seperti tripsin, kimotripsin, dan amilase yang membantu dalam pencernaan protein, lemak, dan karbohidrat, serta insulin dan glukagon yang mengatur kadar gula darah.

  4. Hati Hati memproduksi empedu yang membantu dalam pencernaan lemak dengan mengemulsi lemak menjadi partikel yang lebih kecil untuk mempermudah penyerapan lemak oleh usus halus.

Semua kelenjar pencernaan ini bekerja sama dalam proses pencernaan untuk mengurai makanan menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh. Jika terjadi gangguan pada salah satu kelenjar pencernaan, proses pencernaan bisa terganggu dan menyebabkan berbagai macam penyakit pencernaan seperti tukak lambung, kanker lambung, pankreatitis, dan penyakit hati.




UNTUK KELANJUTAN BAB 6 NYA ADA DI ARTIKEL BERIKUTNYA....SEE YOU!!!!!


Minggu, 09 April 2023

RANGKUMAN MATERI IPA BIOLOGI KELAS 11

 RANGKUMAN MATERI IPA BIOLOGI KELAS 11 SEMSTER 1

LANJUTAN BAB 5

    4. Golongan Darah dan Tranfusi Darah

Darah manusia dapat digolongkan berdasarkan komposisi aglutinogen dan aglutiininnya. Antigen adalah suatu jenis protein yang mampu merangsang pembentukan anti bodi. Penggolongan ini sangat bermanfaat untuk tranfusi darah. 

a. Golongan Darah

Golongan darah pada manusia dapat dibedakan menjadi empat golongan berdasarkan ada atau tidaknya antigen (aglutinogen) dan atntibodi (aglutinin). Orang yang bergolongan darah A, pada membran sel darah merah mengandung antigen atau aglutinogen A. Orang yang bergolongan darah B, pada membran sel darah merahnya mengandung aglutinogen B. Orang yang bergolongan darah AB, pada membran sel darah merah mengandung aglutinogen A dan B. Sedangkan orang yang bergolonga darah O, pada membran sel darah merahnya tidak mengandung aglutinogen A dan B.

b. Tranfusi Darah

Tranfusi darah adalah pemberian darah dari seseorang kepada orang yang memerlukan. orang yang memberi darah disebut donor, sedangkan oranga yang menerima darah disebut resipien. Golongan darah O dapat menjadi donor bagi semua golongan darah, karena golongan darah ini tidak memiliki aglutinogen A maupun B sehingga tidak menyebabkan aglutinasi atau penggumpalan darah. Oleh karena itu, golongan darah O disebut donor universal. Golongan darah O hanya dapat menerima donor darah darin golongan darah O juga. 

Golongan darah AB merupakan resipien univesal, karena dapat menreima darah dari golongan darah A,B,Ab maupun O.

    5. Pereedaran Limfa

Pada mamalia dan manusia, selain peredaran darah, terdapat peredaran limfa atau getah bening. Cairan limfa tidak mengandung eritrosif dan trombosit, tatapi banyak mengandung sel darah putih, yaitu limfosit. Limfa berperan dalam mengangkut sisa metabolisme, lemak dari usus, dan menghancurkan kuman. Peredaran limfa tidak selalu melalui pembuluh sehingga disebut peredaran terbuka.

B. Gangguan dan Kelainan Sistem peredaran Darah

gangguan apda darah dan sistem peredaran darah dapat terjaddi karena kerusakan, faktor keturunan, dan lainnya. Gangguan tersebut antar lain:

  • Animea, adalah penyakit kekurangan darah.
  • Leukimia (Kanker Darah), merupakan kelainan sistem peredaran darah yang disebabkan oleh pertumbuhan sel darah putih atau leukosit yang tidak terkendali.
  • Hipertensi, adalah tekanan darah tinggi, yang disebabkan karena penyempitan pembuluh darah. 
  • Hipotensi, adalah tekanan darah rendah, tekanan sistolny adibawah 100 mmHg.
  • Hemofili, adalah penyaiit keturunan berupa darah sukar membeku jika terjadi luka. 
  • Penyakit kuning pada bayi (Eritoblastosis Fetalis) disebabkan karena agltinin atau anti rh darah ibu masuk kedalam darh anaknya yang memiliki rh+. Hal ini menyebabkan sel anak rusak.
  • Varesis, adalah pelebaran pembuluh balik (vena).
  • Trombus (embolus) adalah kelainan pada jantung karena adanya gumpalan didalam nadi tajuk.
  • Miokarditis, adalah kelainan pada otot jantung karena radang.
  • Sklerosis, adalah kelainan pembuluh nadi yang megeras.
C. Sitem Transfortassi pada Hewan

    1. Transfortasi Pada Invertebrata

a. Protozoa

Hewan protozoa dak meiliki sistem pengangkutan yang khusus. Difusi, pengangkutan aktif, dan aliran sitoplasma cukup menjamin sebagian tubuhnya mendapat bahan-bahan yang memadai.

    • Paramecium, yang hany terdiri atas satu sel, transfortasi dilakukan oleh sel itu sendiri.
    • Planaria dan Hydra, sistem transportasi pada planaria dan hydra dilakukan oleh cairan didalam ruang gastrovaskuler yang bercabang-cabang.
b. Serangga

Sistem transportasi pada serangga terjadi tidak hanya didalam pembuluh darah, tetapi juga gerjadi didalam rongga badan serangga tersebut. Sistem transportasi demikian dinamakan sistem peredaran darah terbuka. Pada belalang terdapat homosoel, yaitu rongga badan yang menegcil. Bagian sistem tertutup pada peredaran darah adalah sebuah jantung tabung yang panjang dan aorta yang terdapat dlam dorsal.

c. Cacing tanah

Cacing tanah relatif berukuran besar dan kompleks. Cacing inimemiliki sistem peredaran darah tertutup. Peredaran darah tertutup adalah peredaran darah yang mengallir didalam pembuluh darah dan pembuluh kapiler darah.
    2. Sistem Transportasi pada Vertebrata

Sistem peredaran darah pada vertebrata adalah sistem peredaran tertutup, karena darah mengalir didalam pembuluh darah dan pembuluh kapiler darah. Sistem peredaran darah tertutup dibedakan menjadi dua, yaitu peredaran darah tunggal, dan peredaran darah ganda.

a. Ikan

Sistem transportasi pada ikan merupakan peredaran darah tunggal, karena hanya satu kali melalui jantung dalam satu peredaran darah lengkap. 

Sistem transportasi pada ikan dilakukan melalui sistem peredaran darah yang terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah. Pada ikan, jantung terdiri dari 2 ruangan, yaitu atrium dan ventrikel. Darah pada ikan tidak memiliki sel darah merah yang mengandung hemoglobin seperti pada mamalia, melainkan mengandung sel darah merah yang disebut eritrosit dan berisi pigmen bernama hemoglobin yang terdiri dari protein globin dan zat besi.

Dalam proses peredaran darah, darah yang kaya oksigen mengalir dari insang ke jantung melalui vena. Setelah masuk ke jantung, darah yang mengandung oksigen dipompa ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri. Sementara itu, darah yang mengandung karbon dioksida mengalir dari tubuh ke jantung melalui pembuluh darah vena, dan kemudian dipompa ke insang untuk dioksidasi ulang.

Selain sistem peredaran darah, ikan juga memiliki sistem transportasi yang unik yaitu swim bladder atau kantung renang yang berfungsi sebagai alat bantu pengapungan. Kantung renang ini dapat diisi dengan gas untuk mengatur densitas tubuh ikan dan membantu ikan mengapung pada kedalaman tertentu di air.

Sistem transportasi pada ikan sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidupnya. Ikan yang sehat dan memiliki sistem transportasi yang baik akan memiliki kemampuan untuk mencari makanan, berkembang biak, dan bertahan hidup di habitatnya.

b. Amfibia

Peredaran darah pada amfibia, contohnya katak adalah peredaran darah ganda karena melalui jantung sebanyak dua kali, yaitu saat peredaran darah kecil dan peredaran darah besar. Sistem transportasi pada amfibia terdiri dari sistem peredaran darah dan sistem limfatik. Sistem peredaran darah pada amfibia bersifat terbuka, artinya darah mengalir bebas dalam rongga tubuh dan tidak selalu terdapat pembuluh darah yang menyambungkan seluruh tubuh. Darah pada amfibia terdiri dari plasma, eritrosit, dan leukosit, dan selain itu terdapat cairan limfa yang membantu mengangkut zat-zat makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.

Jantung pada amfibia terdiri dari 3 ruangan, yaitu atrium kiri dan kanan serta ventrikel tunggal. Darah yang kaya oksigen dari paru-paru akan masuk ke atrium kiri, kemudian dipompa oleh ventrikel ke seluruh tubuh melalui aorta. Setelah darah kehilangan oksigen dan kembali ke jantung melalui vena, darah akan masuk ke atrium kanan, kemudian dipompa oleh ventrikel ke paru-paru untuk mengambil oksigen.

Sistem limfatik pada amfibia juga berfungsi untuk mengangkut zat-zat makanan dan oksigen, tetapi tidak terdapat kelenjar getah bening. Cairan limfa yang terdapat pada amfibia dihasilkan oleh kelenjar kulit dan saluran pencernaan, kemudian diangkut oleh pembuluh limfe ke dalam pembuluh darah.

Sistem transportasi pada amfibia sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidupnya. Dengan sistem peredaran darah dan sistem limfatik yang baik, amfibia dapat memenuhi kebutuhan nutrisi, oksigen, dan pembuangan sisa metabolisme dalam tubuhnya. Namun, karena sistem peredaran darah terbuka pada amfibia, maka mereka lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi.

c. Reptilia


Sistem transportasi pada reptilia terdiri dari sistem peredaran darah tertutup dan sistem limfatik. Sistem peredaran darah pada reptilia mirip dengan sistem peredaran darah pada mamalia, yaitu terdiri dari jantung dengan 3 atau 4 ruangan, pembuluh darah, dan darah yang mengandung plasma, sel darah merah, dan sel darah putih.

Jantung reptilia terdiri dari atrium kanan dan kiri serta ventrikel tunggal atau terpisah. Darah kaya oksigen dari paru-paru masuk ke atrium kiri, kemudian dipompa oleh ventrikel kiri ke seluruh tubuh melalui aorta. Setelah darah kehilangan oksigen dan kembali ke jantung melalui vena, darah akan masuk ke atrium kanan, kemudian dipompa oleh ventrikel kanan ke paru-paru untuk mengambil oksigen.

Sistem limfatik pada reptilia berfungsi untuk mengangkut cairan limfa, membawa nutrisi dan zat-zat penting ke dalam tubuh, dan membantu mengeluarkan sisa metabolisme. Cairan limfa dihasilkan oleh kelenjar getah bening dan bergerak melalui sistem saluran limfatik yang terdiri dari pembuluh-pembuluh limfa, sama seperti pada mamalia.

Namun, ada beberapa perbedaan pada sistem transportasi reptilia dan mamalia. Salah satu perbedaan adalah pada reptilia, aorta bercabang menjadi beberapa cabang besar yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh, sedangkan pada mamalia, aorta mengalirkan darah ke organ-organ penting terlebih dahulu sebelum bercabang menjadi cabang-cabang kecil.

Sistem transportasi pada reptilia sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidupnya. Dengan sistem peredaran darah dan sistem limfatik yang baik, reptilia dapat memenuhi kebutuhan nutrisi, oksigen, dan pembuangan sisa metabolisme dalam tubuhnya.

Rabu, 05 April 2023

RANGKUMAN MATERI IPA BIOLOGI KELAS 11

 RANGKUMAN MATERI IPA BIOLOGI KELAS 11 SEMESTER 1

BAB 5

Sistem Peredaran Darah pada Manusia dan Hewan


A. Sistem Peredaran Darah Pada Mansuia

Pada masnusia, sisitem transportasi peredaran darah teridiri atas tiga bagian utama, yaitu jantung, pembuluh arah dan darah.

       1. Jantung

Jantung terletak dirongga dada, diseliputi oleh suatu membran pelindung yeng disebut periandrium. Dinding jantung terdiri atas jaringan ikat padat yang membentuk suatu kerangka fibrosa dan otot jantung. Serabut otot jantung bercabang-cabang dan beranastomosis secara erat.

a. Struktur dan cara kerja jantung

Jantung adalah organ otot yang berfungsi sebagai pompa untuk memompa darah ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Jantung terdiri dari empat ruang, yaitu dua atrium (atria) dan dua ventrikel, yang dipisahkan oleh katup jantung.

Struktur jantung terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan luar (epikardium), lapisan tengah (miokardium), dan lapisan dalam (endokardium). Lapisan miokardium adalah lapisan yang paling tebal dan terdiri dari jaringan otot jantung yang kuat, yang memungkinkan jantung untuk melakukan kontraksi yang kuat dan terus menerus.

Cara kerja jantung dimulai dengan atrium kanan dan kiri yang menerima darah dari pembuluh darah vena, kemudian memompa darah ke ventrikel kanan dan kiri melalui katup atrioventrikular (AV). Setelah itu, ventrikel kanan memompa darah ke paru-paru melalui katup pulmonal, sedangkan ventrikel kiri memompa darah ke seluruh tubuh melalui aorta.

Proses tersebut terjadi berulang-ulang secara terus-menerus dan diatur oleh impuls listrik yang dihasilkan oleh sistem jantung. Sistem jantung terdiri dari simpul sinoatrial (SA), simpul atrioventrikular (AV), dan serabut Purkinje, yang berfungsi untuk menghasilkan impuls listrik dan mengatur ritme detak jantung.

Pada setiap detak jantung, impuls listrik pertama dihasilkan oleh simpul SA yang terletak di atrium kanan dan menyebar ke seluruh jantung melalui serabut Purkinje. Impuls listrik ini memicu kontraksi atrium dan kemudian ventrikel, sehingga darah dapat dipompa keluar dari jantung.

b. Denyut jantung dan tekanan darah

 

Denyut jantung dan tekanan darah adalah dua parameter penting yang digunakan untuk mengevaluasi kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular pada manusia.

Denyut jantung merujuk pada jumlah kali kontraksi jantung dalam satu menit, yang diukur dalam satuan detak per menit (bpm). Rata-rata denyut jantung pada orang dewasa adalah sekitar 60-100 bpm, tetapi dapat bervariasi tergantung pada faktor seperti usia, tingkat kebugaran fisik, dan kondisi medis tertentu.

Tekanan darah mengacu pada gaya yang diberikan oleh aliran darah pada dinding pembuluh darah saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah terdiri dari dua angka, yaitu tekanan sistolik (angka atas) dan tekanan diastolik (angka bawah), yang diukur dalam milimeter raksa (mmHg). Tekanan sistolik mengukur tekanan saat jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik mengukur tekanan saat jantung beristirahat di antara kontraksi.

Rata-rata tekanan darah pada orang dewasa sehat adalah sekitar 120/80 mmHg, tetapi nilai ini dapat bervariasi tergantung pada faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi medis tertentu. Tekanan darah yang tinggi (hipertensi) dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner dan stroke, sementara tekanan darah yang rendah (hipotensi) dapat menyebabkan gejala seperti pusing, lemas, dan kelelahan.

    2. Pembuluh Darah

pembuluh darah merupakan jalan abgi darah yang mengalir dari jantung menujj kerjaringan tubuh yang lain atau sebaliknya. Pembuluh darah dapat diabgi menajdi tiga macam, yaitu pembuluh nadi, pembuluh vena, dan pembuluh kapiler.

a. Pembuluh nadi

Pembuluh nadi adalah jenis pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh dan membantu menjaga tekanan darah yang konstan. Pembuluh nadi terdiri dari tiga lapisan dinding pembuluh darah yang berbeda: lapisan tunika intima, tunika media, dan tunika adventitia.

Lapisan tunika intima merupakan lapisan dalam yang terdiri dari sel-sel endotelium yang halus dan licin. Sel-sel ini membentuk lapisan dalam yang menghaluskan aliran darah melalui pembuluh nadi dan mencegah penumpukan plak pada dinding pembuluh darah.

Lapisan tunika media terletak di tengah dan terdiri dari serat elastis dan otot polos yang membantu pembuluh darah mengembang dan mengecil saat jantung memompa darah. Ini memungkinkan pembuluh darah untuk menyesuaikan tekanan darah sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Lapisan terluar, tunika adventitia, terdiri dari serat kolagen dan jaringan ikat elastis yang membantu menjaga kekuatan dan elastisitas pembuluh nadi.

Pada manusia, terdapat banyak jenis pembuluh nadi yang berbeda, termasuk arteri, arteriola, dan kapiler. Arteri adalah pembuluh nadi besar yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Arteriola lebih kecil dari arteri dan mengontrol aliran darah ke organ-organ tubuh. Kapiler adalah pembuluh nadi terkecil yang menghubungkan arteriola dan vena, memungkinkan pertukaran nutrisi dan oksigen dengan jaringan tubuh.

b. Pembuluh vena

Pembuluh vena atau pembuluh balik ialah pembuluh yang memebawa darah kearah jantung. Pembuluh vena terdiri dari tiga lapisan, seperti pembulu arteri. Dari lapisan dalam ke arah luar adalah endote, jaringan elastik dan otot polos, serta jaringan ikat fibrosa. Pada sepanjang pembuluh vena, terdapat katup, katup yang mencegah darah kembali kejaringan tubuh. Pembuluh vena terletak lebih kepermukaan jaringan tubuh daripada pembuluh arteri.

Perbedaan pembuluh arteri dan vena adalah sebagai berikut.

  1. Fungsi: Pembuluh arteri membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh, sedangkan pembuluh vena membawa darah kembali ke jantung dari seluruh tubuh.
  2. Aliran darah: Arteri membawa darah yang kaya oksigen dari jantung ke organ dan jaringan tubuh. Vena membawa darah yang miskin oksigen kembali ke jantung untuk dioksidasi ulang.
  3. Struktur: Arteri memiliki dinding yang lebih tebal dan elastis dibandingkan vena. Dinding arteri terdiri dari tiga lapisan: tunika intima, tunika media, dan tunika adventitia, sedangkan dinding vena hanya terdiri dari dua lapisan: tunika intima dan tunika adventitia.
  4. Klep: Vena memiliki katup yang membantu mencegah aliran balik darah ke arah yang salah, sedangkan arteri tidak memiliki katup.
  5. Tekanan darah: Arteri memiliki tekanan darah yang lebih tinggi daripada vena karena jarak yang lebih jauh dari jantung. Tekanan darah dalam arteri juga lebih bervariasi karena bertepatan dengan kontraksi dan relaksasi jantung. Tekanan darah dalam vena relatif konstan.
  6. Ukuran: Arteri cenderung lebih besar daripada vena. Arteri terdiri dari arteri besar dan kecil, sedangkan vena terdiri dari vena besar dan kecil.
  7. Warna: Arteri cenderung lebih merah karena darah yang mengalir melalui arteri kaya akan oksigen, sedangkan vena cenderung lebih biru atau ungu karena darah yang mengalir melalui vena miskin akan oksigen.

c. Pembuluh kapiler

Pembuluh kapiler adalah pembuluh darah kecil yang mempunyai diameter kira-kira sebesar sel darah merah. Meskipun diameter senuah sel kapiler sangat kecil, jumlah kepilaer yang timbul dari sebuah arteriol cukup besar sehingga total daerah sayatan melintang yang tersedia untuk aliran darah meningkat. Pada orang dewasa kira-kira ada 90.000 km kapiler. Dinding kapiler terdiri atas satu sel lapisan epitel yang yang permiebel daripada membran plasma sel.

    3. Darah

Medium transpor dari sistem sirkulasi adalah darah. Darah tidak hanya mengankut oksigen dan akrbon dioksida ke dan dari jaringan-jarigan ke paru-paru. Tetapi juag mengangkut bahan lainnya keseluruh tubuh. Darah juga berungsi mengedarkan panas dalam tubuh. Selain itu, darah memainkan peranan penting aktof dalam memerangi bibit penyakit.

Darah yang terdapat dalam tubuh kira-kira 8% bobot tubuh. Jadi, seorang laki-laki dengan bobot badan 70 kg mempunyai volume darah kira-kira 5,4 liter. Darah manusia terdiri dari dua komponen, yaitu sel-sel darah yang berbentuk padatan dan plasma darah yang berbenruk cairan.

a. Sel-sel darah

Sel-sel darah dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping adrah.

    • Sel darah merah (eritrisip), sel darah merah mempunyai jumlah terbanyak. Pada wanita normal, mempunyia kira-kira 4,5 juta sel darah merah dalam setiap mm kubik darah. Sedangkan pada laki-laki normal terdapat 5 juta sel darah merah setiap mm kubik darah. Jangka hidup sel darah merah kira-kira 120 hari.
    • Sel darah putih (leukosif), memunyai satu inti sel dan berbentuk tidak tetap. Fungsi umum dari sel darah putih adalah melindungi tubuh dari infeksi.
    • Keping-keping darah (trombisif), adalah jaringan-jaringan fragmen sel-sel yang dihasilkan oleh sel-sel besar (megakariosif) dalam sum-sum tulang.

b. Plasma darah

Plasma darah ialah cairan berwarna kekuning-kuningan dan terdapat sel-sel darah. Komponen terbesar dari plasma darah adalah air. Dalam plasma darah terlarut molekul-molekul dan ion-ion yang beraneka ragam.

Selasa, 04 April 2023

RANGKUMAN MATERI IPA KELAS 11

 RANGKUMAN MATERI IPA KELAS 11 SEMESTER 1

LANJUTAN BAB 2

B. Otot

Otot merupakan alat gerak aktif, karena otot memiliki kemampuan untuk berkontrsksi. Kontrsksi ini menuyebabkan tulang yang didekatinya dpat bergerak. Selain itu, otot mempunyai peranan dalam memberikan bentuk luar tubuh bersama dengan rangka.

Otot mempunyai tiga sifat dalam menjalankan tugasnya sebagai alat gerak aktif, yaitu kontrsksibilitas, ekstensibilitas, dan elastissitas. Gerakan otot unutk memendekan dan ukuran semula (kontraksi) sehingga tulang berubah posisi, hal ini disebut kontraksibilitas. Sedangkan, ekstensibilitas merupakan gerakkebalikan dari kontraksibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang atau unutk keukuran semula (relaksasi) yang menyebebkan tulang kembali kekeadaan semula. Sifat ketiga adalah elastisitas, yaitu kemampuan otot dari berkontraksi menjadi relaksasi atau sebaliknya.

    1. Macam-macam Otot dan Mekanisme Geraknya

Gerakan yang terjadi pada manusia disebabkan oleh otot lurik, otot polos dan otot jantung.

          a. Otot Lurik

Otot lurik yang disebut juga otot rangka merupakan otot yang melekat pada tulang rangka sehingga jika otot berkontraksi menyebabkan tulang bergerak. Otot lurik bekerja dipengaruhi olrh susunan saraf pusat sehingga sering disebut otot sadar. Inti sel dari otot ini banyak dan terletak ditepi. Otot ini disebut otot lurik, karena pada serabut-serabut panjanagotot terdapat garis terang (isotrop) dan garis gelap (anisotropi) secara bergantian.

Mekanisme gerak otot

Serabut otot lurik terdiri ats keumpulan serabut-serabut halusn yang disebut miofibril. Setiap ri miofilemen longitudinal terdiri atas sejummlah besar protein miofilamen longitudinal terdiri atas duan macam, yaitu filamen tebal dan teipis. Filamen tipis terdiri dari monomer aktin globular yang ada hubungannya dengan komlpeks topomiosin dan troponin. Filame tebal terdiri atas ekor-ekor mlokeul miosin menjalur kearah filamen tipits sebagai jembatan silang yang potensial yang dapat menghubukan fialmen-filamen tersebut.

Proses ini terjadi diseluruh sel otot dan menyebabkan pengurangan panjang otot yang disebut kontraksi. Saat kontraksi berakhir, kalsium akan disimpan kembali didalam ujung saraf dan proses sliding filamen aktin dan miosin akan terhenti.

Mekanisme kontraksi otot lurik ini deikenal dengan teori sliding filamen atau hipotesis sliding filamen., dan telah diterima secara luas  dikalangan ilmuan sebagai mekanisme daftar kontraksi otot rangka.

Keperluan nenergi untuk kontraksi otot

Kontraksi otot lurik memerlukan energi yang cukup besar untuk menggerakkan seluruh proses kontraksi. Energi yang dibutuhkan oleh otot lurik berasal dari molekul adenosin trifosfat (ATP). Pada saat kontraksi, ATP diubah menjadi adenosin difosfat (ADP) dan fosfat anorganik, dan energi yang dilepaskan dari pemecahan molekul ATP digunakan untuk menggerakkan filamen aktin dan miosin untuk berikatan dan menghasilkan kontraksi otot.

Jumlah ATP yang dibutuhkan untuk kontraksi otot tergantung pada berbagai faktor, seperti kekuatan kontraksi yang diperlukan, panjang otot, dan jumlah silang jembatan antara filamen aktin dan miosin. Ketika otot bekerja dalam kondisi anaerobik atau kekurangan oksigen, produksi ATP menjadi terbatas, sehingga otot akan merasa cepat lelah.

Untuk memastikan pasokan energi yang cukup selama aktivitas fisik, tubuh menyimpan cadangan ATP dalam bentuk kreatin fosfat. Ketika ATP diubah menjadi ADP, kreatin fosfat akan menyumbangkan satu fosfat untuk menghasilkan ATP. Selain itu, tubuh juga menggunakan sumber energi dari nutrisi, seperti karbohidrat, lemak, dan protein, untuk memenuhi kebutuhan energi otot. Oleh karena itu, asupan nutrisi yang seimbang dan cukup, serta aktivitas fisik yang teratur dan disesuaikan dengan kemampuan tubuh, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan daya tahan otot.

b. Otot polos

Sel otot polos memiliki bentuk  memanjang dengan kedua ujungnya yang runcing dan nukleus  terletak dietangah sel otot. Serat miofribril pada otot polos bersifat homogen dan lebih kecil dari serabut otot lurik.

Otot polos terdapat pada dinding pembuluh darah,, dinding saluran pencernaan, paru-paru, dan ovarium. Otot bersifat lambat menerima rangsang, tetapi tahan terhadap kelelahan, dan bekrja dibawah pengaruh saraf tak sadar.

Mekanisme gerak

Mekansime gerak dasar otot polos sama dengan kontraksi otot lurik.

c. Otot jantung

Otot jantung dijumpai hanya pada dinding jantung. Struktur otot jantung menyerupai oto lurik, tetapi nukleus terletak ditengah sel dan memiliki percabngan. Setiap percabangan pada otot jantung terdapat jaringan pengikat yang disebut interkalaris. Otot jantung bekerja dibawah pengaruh otot tidak sadar, cepat bereaksi terhadap rangsangan, dan tahn terhadap kelelahan.

KOntraksi otot jantung menyebabkan denyut jantung. Jantung akan berkontraksi terus menerus selama organisme hidup. Pada manusia dewasa normal, jantung berdenyut sebanyak 72 kali setiap menit.

    2. Gerakan Antagonsitik

Gerakan antagonsitik adalah gerak berlawanan antara dua lebih otot yang mengendalikan gerak pada suatu bagian tubuh. Sebagain besar otot tersusun dalam pasangan yang antagonis. Contoh gerakan antagonis adalah otot bisep dan trisep pada lengan. Berdasarkan arah geraknya, gerak antagonis dapat diebdakan menjadi beberapa macam, yaitu:

a. Fleksi >< Ekstensi

Fleksi merupakan gerakan otot fleksor sehingga bagian tubuh menekuk, misalnya enekukan lutut dan sikut. Sedangkan, ekstensi merupakan gerkana otot ekstensor untuk meluruskan kemabli bagian tubuh yang telah ditekuk, misalnya meluruskan kaki atau sikut.

 b. Abduksi >< Aduksi

Abduksi adalah gerkan anggaota tubuh menjauhi dumbu tubuh, misalnya merentangkan tangan hingga sejaar dengan bahu. Sedangkan, aduksi ialah gerakan anggota tubuh mendekati sumbu tubuh, misalnya menegapkan tangan kembali setelah direntangkan.

c. Pronasi >< Sopinasi

Pronasi adalah gerakan memutar telapak tangan dan jari untuk mendengkup. Sedangkan, supinai adalah memutar telapak tangan dan jari untuk menengadah.

d. Depresi >< Elavasi

Depresi adalah gerakan anggota tubuh. Sedangkan, gerakan elavasi adalah mengangkat anggota tubuh.

D. kelainan dan Penyakit Pada Sistem Gerak

    1. Gangguan Tulang

a. Gangguan fisiologis

Gangguan fisiologis bisa disebabkan oleh kelainan fungsi vitamin atau hormon. Contoh gangguan fisiologis adalah rakhitis, mikrosefalus, hidrosefalus, akromegali, dan osteoporosis.

  • Rakhitis adalah kondisi medis di mana tulang tidak tumbuh dengan baik pada anak-anak akibat kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfor.
  • Mikrosefalus adalah kondisi medis di mana kepala bayi lebih kecil dari ukuran normal karena otak yang tidak berkembang dengan baik selama kehamilan.
  • Hidrosefalus adalah kondisi medis yang disebabkan oleh penumpukan cairan di dalam otak, yang dapat menyebabkan tekanan yang tidak normal pada jaringan otak dan dapat merusaknya.
  • Akromegali adalah kondisi medis yang disebabkan oleh produksi berlebihan hormon pertumbuhan setelah masa remaja, yang dapat menyebabkan pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh yang berlebihan.
  • Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang menjadi rapuh dan rentan patah akibat kehilangan kepadatan mineral dan protein sehingga menipis dan lebih mudah patah.
b. Gangguan fisik
  1. Fraktur: Patah tulang yang terjadi ketika tulang pecah atau terputus. Beberapa gangguan fisik yang mungkin terjadi pada fraktur termasuk:
  1. Greenstick: Fraktur yang terjadi ketika tulang hanya sebagian terputus, seperti ketika batang pohon yang hijau terlipat tetapi tidak patah. Beberapa gangguan fisik yang mungkin terjadi pada greenstick termasuk:
  1. Komminuted: Fraktur yang terjadi ketika tulang terpecah menjadi beberapa bagian kecil. Beberapa gangguan fisik yang mungkin terjadi pada komminuted termasuk:
c. Gangguan pada tulang belakang

Berikut adalah beberapa gangguan pada tulang belakang:
  1. Skoliosis: Kelainan postur tulang belakang yang membuat tulang belakang menjadi melengkung ke samping.

  2. Lordosis: Kelainan postur tulang belakang yang membuat tulang belakang melengkung ke dalam, sehingga bokong menonjol ke luar.

  3. Kyphosis: Kelainan postur tulang belakang yang membuat tulang belakang melengkung ke luar, sehingga punggung bungkuk atau membungkuk ke depan.

  4. Herniated disc: Gangguan pada diskus intervertebralis, yang terjadi ketika inti diskus menonjol keluar melalui retakan pada cincin serat di sekitarnya, dapat menyebabkan rasa sakit atau kelemahan pada bagian tubuh yang terhubung dengan saraf yang terjepit.

  5. Spinal stenosis: Suatu kondisi di mana terjadi penyempitan saluran tulang belakang, dapat menyebabkan tekanan pada saraf tulang belakang dan menyebabkan rasa sakit atau kelemahan pada anggota tubuh yang terhubung dengan saraf tersebut.

  6. Fraktur tulang belakang: Cedera pada tulang belakang yang menyebabkan kerusakan atau patah tulang.

  7. Osteoarthritis: Suatu kondisi di mana tulang rawan yang melapisi permukaan sendi pada tulang belakang mengalami kerusakan dan aus, dapat menyebabkan rasa sakit, kekakuan, atau ketidaknyamanan pada tulang belakang.

    2. Gangguan Persendian

Gangguan persendian terjadi ketika salah satu atau beberapa persendian dalam tubuh mengalami kerusakan atau masalah yang menyebabkan rasa sakit, kekakuan, atau ketidaknyamanan. Beberapa contoh gangguan persendian meliputi:

  1. Osteoarthritis: Suatu kondisi di mana tulang rawan yang melapisi permukaan sendi mengalami kerusakan dan aus, menyebabkan rasa sakit, kekakuan, atau ketidaknyamanan pada persendian.

  2. Arthritis rematoid: Suatu kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang persendian, menyebabkan peradangan, rasa sakit, kekakuan, dan penurunan fungsi sendi.

  3. Gout: Suatu kondisi di mana terjadi penumpukan kristal asam urat pada persendian, yang dapat menyebabkan peradangan dan rasa sakit pada persendian.

  4. Bursitis: Suatu kondisi di mana bursa, kantung berisi cairan yang melindungi persendian, mengalami peradangan atau infeksi, menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan pada persendian.

  5. Tendinitis: Suatu kondisi di mana tendon, tali jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang, mengalami peradangan, menyebabkan rasa sakit dan kekakuan pada persendian.

  6. Dislokasi sendi: Suatu kondisi di mana tulang yang membentuk persendian keluar dari tempatnya, menyebabkan rasa sakit, kekakuan, dan ketidakmampuan untuk menggunakan persendian.

  7. Cedera ligamen: Suatu kondisi di mana ligamen, jaringan penghubung yang menghubungkan tulang ke tulang, mengalami kerusakan atau robek, menyebabkan rasa sakit dan kekakuan pada persendian.

    3. Gangguan Otot

Gangguan otot dapat terjadi ketika salah satu atau beberapa otot dalam tubuh mengalami kerusakan atau masalah yang menyebabkan rasa sakit, kelemahan, atau ketidaknyamanan. Beberapa contoh gangguan otot meliputi:

  1. Kram otot: Suatu kondisi di mana otot mengalami kontraksi yang tidak normal dan menyebabkan rasa sakit dan kekakuan pada otot.

  2. Strain otot: Suatu kondisi di mana otot mengalami kerusakan atau robek karena peregangan yang berlebihan atau cedera, menyebabkan rasa sakit dan kelemahan pada otot.

  3. Cedera otot: Suatu kondisi di mana otot mengalami cedera karena trauma atau aktivitas fisik yang berlebihan, menyebabkan rasa sakit dan kelemahan pada otot.

  4. Polimiositis: Suatu kondisi inflamasi otot yang menyebabkan kelemahan dan rasa sakit pada otot.

  5. Distrofi otot: Suatu kondisi di mana otot melemah dan menyebabkan kehilangan fungsi otot secara bertahap.

  6. Miastenia gravis: Suatu kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang reseptor neuromuskular, menyebabkan kelemahan otot yang bertambah parah dengan aktivitas.

  7. Sindrom tunel karpal: Suatu kondisi di mana saraf di pergelangan tangan tertekan dan menyebabkan rasa sakit dan kelemahan pada otot di tangan.


FAKTA MENARIK GAME HILL CLIMBING RACING

  HILL CLIMBING RACING SEJARAH Hill Climb Racing adalah sebuah permainan video mobil balap yang dikembangkan oleh studio permainan Finlandia...